tulang rusuk
Dara : Yang paling kamu cintai di dunia ini siapa ?
Raka : Kamu dong
!!!
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa ?
Raka : (berpikir sejenak lalu
menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang
rusukku!!! ada tertulis, Tuhan
melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur,
Tuhan mengambil rusuk dari Adam
dan menciptakan Hawa. Semua Pria mencari
tulang rusuknya yang hilang dan saat
menemukan wanita untuknya, tidak lagi
merasakan sakit di hati
…"
Setelah menikah, Dara & Raka mengalami masa yang indah dan manis
untuk
sesaat.
Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam
kesibukan masing-masing
dan kepenatan hidup yang ada.
Hidup mereka menjadi
membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka
mulai menyisihkan
impian dan cinta satu sama lain.
Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu
mulai menjadi semakin panas.
Pada suatu hari pada akhir sebuah
pertengkaran Dara lari keluar rumah.
Saat tiba di seberang jalan, dia
berteriak "Kamu nggak cinta lagi sama aku
!".
Raka sangat membenci ketidak
dewasaan Dara dan secara spontan balik
berteriak "Aku menyesal kita menikah!
Kamu ternyata bukan tulang rusukku
!!!"
Tiba - tiba Dara menjadi
terdiam dan berdiri terpaku untuk beberapa saat.
Raka menyesal akan apa yang
sudah dia ucapkan, tetapi seperti air yang telah
tertumpah tidak mungkin
untuk diambil kembali.
Dengan berlinang air mata, Dara kembali kerumah
dan mengambil barang -
barangnya, bertekad untuk berpisah.
"Kalau aku
bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah
dan mencari
pasangan sejati masing - masing."
Lima tahun berlalu.
Raka tidak
menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara.
Dara pernah
ke luar negeri tetapi sudah kembali. Dia pernah menikah dengan
seorang asing
dan bercerai.
Raka agak kecewa bahwa Dara tidak menunggunya
kembali.
Dan di tengah malam yang sunyi dia meminum kopinya dan merasakan
sakit di
hatinya.
Tetapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia
merindukan Dara.
Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di
tempat dimana
banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan
hanya oleh sebuah
dinding pembatas.
Raka : Apa kabar ?
Dara : Baik
… apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang ?
Raka : Belum.
Dara :
Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka : Aku akan kembali 2
minggu lagi.Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu
tahu nomor telepon kita, tidak
ada yang berubah.
Dara tersenyum manis, lalu berlalu.
"Good bye
…."
Seminggu kemudian dia mendengar bahwa Dara mengalami musibah
kecelakaan yang
mengakibatkan kematian.
Malam itu, sekali lagi, Raka
mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di
hatinya. Akhirnya dia sadar
bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang
rusuknya sendiri yang telah dengan
bodohnya dia patahkan.
"Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada
orang yang paling kita
cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal"